Skip to main content

JAULAH ILMIAH KE QAL'AH SULTAN SOLAHUDDIN AL-AYUBI

[JAULAH ILMIAH KE QAL'AH SULTAN SOLAHUDDIN AL-AYUBI]

KAHERAH - 7 Oktober 2017, Keluarga Pelajar-pelajar Islam Perak Mesir telah mengadakan satu aktiviti yang diberi nama JAULAH ILMIAH KE QAL'AH SULTAN SOLAHUDDIN AL-AYUBI. Aktiviti ini di bawah seliaan Biro Perhubungan, Sambutan dan Rehlah KPIPM sesi 2017/2018.

   Aktiviti ini telah bermula pada jam 8.00 pagi sebagai waktu berkumpul untuk semua peserta. Bilangan peserta yang menyertai jaulah ini adalah sebanyak 35 orang dan ianya terbuka kepada IKHWAH sahaja. Kemudian, peserta dibahagikan mengikut ketua kumpulan yang telah ditetapkan. Musyrif Penerangan pada jaulah kali ini adalah al-Fadhil Ustaz Mohd Amilrol Anua bin Osman.

   Pelbagai tempat yang menarik telah dilawati pada jaulah kali ini. Antaranya ialah Masjid Ibnu Qalaun, Muzium Tentera, Muzium Polis Negara, Muzium Penjara Istana dan Masjid Mohamad Ali Pasya. Setiap tempat yang dilawati akan diadakan sedikit penerangan dari peringkat Musyrif Penerangan sebagai maklumat tambahan bagi para peserta jaulah kali ini.

   Setelah selesai menziarahi keseluruhan tempat-tempat tersebut, semua peserta telah menjamu selera di kedai makan yang berdekatan. Jaulah ini selesai pada jam 5.00 petang dan para peserta pulang bersama ketua kumpulan masing-masing ke Wisma Darul Ridzuan.

    Akhir sekali, besarlah harapan daripada pihak kami Keluarga Pelajar-pelajar Islam Perak Mesir sesi 2017/20178 agar aktiviti sebegini dapat menambahkan thaqafah serta mengeratkan hubungan silaturahim dan ukhuwah islamiah dalam kalangan ahli Perak di bumi Mesir. Segala kerjasama yang baik daripada semua peringkat sama ada secara langsung atau tidak langsung kami ucapkan jazakumullahu khairan kathira.

BERILMU, BERAMAL, IKHLAS
"MEMURNIKAN PEMIKIRAN, MELESTARIKAN KESATUAN"

Disediakan oleh :
Biro Perhubungan, Sambutan dan Rehlah
Keluarga Pelajar-pelajar Islam Perak Mesir sesi 2017/2018

Comments

  1. Halo semuanya
    saya Ahmed Sabindut dan saya membawa kepada Anda informasi yang sangat vital tentang pinjaman dan saya ingin memberi tahu Anda bahwa Anda harus bijaksana tentang bagaimana Anda memberi pinjaman di internet karena banyak dari pemberi pinjaman online yang penipu mereka tidak nyata dan saya telah menjadi korban banyak pemberi pinjaman palsu online.
    Seperti yang mereka katakan, "Nothing Gose for Nothing", jadi saya harus membayar untuk mendapatkan pinjaman dari mereka dan setelah banyak janji manis, itulah cara mereka merobek uang hasil jerih payah saya. Semua harapan hilang saya tidak bisa memberi tahu istri saya apa yang bahagia dan saya sekarat dalam diam tidak ada uang untuk membeli susu untuk anak saya dan biaya kuliah saya juga harus membayar dan uang bisnis saya telah digunakan untuk membayar perusahaan pinjaman. Suatu hari saya setia ada di internet ketika saya melihat iklan dari sebuah perusahaan pinjaman bernama GLOBAL FUND FOUNDATION mengatakan bahwa mereka memperlakukan semua orang sama-sama terlepas dari nilai kredit mereka dan mereka terdengar sangat percaya diri pada iklan tersebut
    Saya mengambil gmailaddress FUND FOUNDATION FUND dan saya menghubungi perusahaan, mereka menyambut saya dan meminta informasi saya yang saya sampaikan kepada mereka dan pergi melalui proses pinjaman mereka dan setelah ketika seorang pengacara bertemu saya dan memberi saya lebih banyak informasi tentang aplikasi pinjaman saya dan perusahaannya keyakinan jika saya gagal membayar kembali jadi saya meyakinkan pengacara bahwa saya akan membayar kembali setelah set dan selesai mereka memberi saya dokumen pinjaman untuk dicetak pada saat itulah saya tahu saya dengan pemberi pinjaman yang tepat sehingga saya mencetak dokumen yang ditandatangani dan mengirim pindaian salinan dokumen kepada mereka pergi melalui tahap akhir pinjaman saya sehingga perusahaan meyakinkan saya bahwa saya akan mendapatkan pinjaman saya pada hari berikutnya karena waktu hilang untuk melakukan transfer kepada saya dan mereka meyakinkan sehingga saya berharap dan berdoa dan untuk saya Surpise pinjaman saya sebesar 350 juta dikreditkan ke akun saya, saya tidak percaya jadi saya berlari ke bank dan menemukan bahwa uang itu masuk
    JADI INI ADALAH PEMBUKA MATA UNTUK SEMUA KAMU DI LUAR NEGERI UNTUK MENDAPAT PINJAMAN, JANGAN MEMBERI DAN ANDA JUGA BISA MENDAFTAR
    YAYASAN PENDANAAN GLOBAL $$$$ globalfundfoundation9@gmail.com $$$$$

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kaifiat Solat Sunat Hifzi Dan Doa Kuat Hafalan

SOLAT SUNAT HIFZI Disunatkan bagi mereka yang ingin menguatkan hafalan mereka, terutama yang menghafal al-Quran (golongan huffaz), agar mengerjakan Solat sunat Taqwiyatul Hifzi.    Kaedahnya : 1. Mengerjakan solat ini empat rakaat, dengan dua kali tahiyat akhir. 2. Mengerjakan pada malam Jumaat, sebaik-baiknya pada sepertiga malam. 3. Mengerjakannya 3, 5 atau 7 malam Jumaat secara berturut-turut. 4. Membaca pada rakaat pertama : SURAH YAASIN. 5. Membaca pada rakaat kedua : SURAH AD-DUKHAN. 6. Membaca pada rakaat ketiga : SURAH AS-SAJADAH. 7. Membaca pada rakaat keempat : SURAH AL-MULK. 8. Setelah selesai solat, bacalah doa tersebut.          Doa Kuat Hafalan اللَّـهُـمَّ   إنـِّـي  أَسْــأَلـُكَ  بِـأَنِـّي  أَشْــهَـدُ  أَنـَّكَ  أَنـْتَ  الله ُ  الأَحَــدُ  الـصَّـمَـدُ،  الّـذِيْ  لَـمْ  يَـلِـدْ،  وَلَـمْ يُـوْلَـدْ،  وَلَـمْ  يَـكُـنْ  لَـهُ  كُـفُـوًا  أَحَــدٌ. الَّلـهُـمَّ  صَـلِّ  وَسَـلِّـمْ  عَـلَى  سَــيِّـدِنَـا مُـحَــمَّـدٍ  وَعَـلَ

Gambar : Hasil Pertandingan Sepanduk Sempena Maulidur Rasul 1433H

Konsep Kebajikan Di Dalam Islam

    I slam amat menitik beratkan konsep kebajikan dalam menghayati cara hidup yang sebenar dan sempurna berkait rapat dengan kehidupan bermasyarakat, iaitu konsep tanggungjawab sosial sesama manusia yang mana sikap mengambil berat diantara satu sama lain sebagaimana hadith Rasulullah .S.A.W yang bermaksud:  “Sesiapa yang tidak mengambil berat di atas urusan orang muslimin maka bukanlah dia dari kalangan mereka. Dan sesiapa yang pada pagi hari mengutamakan perkara selain daripada agama Allah maka bukanlah dia daripada golongan orang yang diredhai Allah”  (Riwayat at-Tabarani)