Home » » Pendakian Usaha dan Tawakkal

Pendakian Usaha dan Tawakkal

Sebahagian orang menganggap bahawa tawakal adalah sikap pasrah tanpa melakukan usaha sama sekali.

Tawakkal Yang Sebenarnya
Ibnu Rajab rahimahullah dalam Jami'ul Ulum wal Hikam menjelaskan:
"Tawakal adalah benarnya penyandaran hati pada Allah 'azza wa jalla untuk meraih berbagai kemaslahatan dan menghilangkan bahaya baik dalam urusan dunia maupun akhirat, menyerahkan semua urusan kepada-Nya serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahawa 'tidak ada yang memberi, menghalangi, mendatangkan bahaya, dan mendatangkan manfaat kecuali Allah semata'."

Tawakal Bukan Hanya Pasrah
Tawakal bukanlah hanya sikap bersandarnya hati kepada Allah semata, namun juga disertai dengan melakukan usaha.

Allah memerintahkan kita untuk melakukan usaha sekaligus juga memerintahkan kita untuk bertawakal. Sebagaimana Allah s.w.t berfirman (yang ertinya):

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sigupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang."  (Al Anfaal:60).

 Juga firman-Nya :
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah kunia Allah" (Al Jumu'ah:10).


Ingatan
Ingatlah bahawa tawakal bukan hanya untuk meraih manfaat duniawi atau menolak bahaya dalam urusan dunia. Namun hendaklah seseorang juga bertawakal dalam urusan akhiratnya, untuk meraih apa yang Allah redhai dan cintai. Maka hendaklah seseorang juga bertawakal agar bagaimana boleh teguh dalam keimanan, dalam dakwah, dan jihad fii sabilillah serta dalam menhadapi peperiksaan sekalipun.

Perhatikanlah firman Allah Ta'ala yang bermaksud:

"Barang siapa bertakwa kepada Allah nescaya Dia akan memberikan jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah nescaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (Ath Thalaaq:2-3).

Al Qurtubi dalam Al Jami' Liahkamil Qur'an mengatakan:

"Barang siapa menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah, maka Allah akan mencukupi keperluannya."

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah membaca ayat ini kepada Abu Dzar. Lalu beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadanya:

"Seandainya semua manusia mengambil nasihat ini, sungguh hal ini akan mencukupi mereka." Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakal, maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka.

وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا
"dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara," (Surah Al-Ahzab:Ayat 3) 

Yusuf al Qaradhawi dalam kitabnya Ath Thariq Ilallah, At-Tawakal mengungkapkan mengenai keistimewaan disandang hamba Allah bertawakal kepada-Nya, iaitu timbul ketenteraman jiwa, kekuatan jiwa (kekuatan spiritual), kewibawaan, keredaan dan percaya diri.

Oleh yang sedemikian, kita selaku pelajar haruslah bertawakkal kepada Allah s.w.t setelah kita sedaya upaya berusaha untuk berjaya khususnya dalam pelajaran kita. Kita juga harus yakin akan pertolongan Allah. Allah tidak akan membiarkan orang berjuang di jalan-Nya. Allah tetap menolong mereka, cuma cepat atau lambat saja.


BIODATA PENULIS
Nama penulis adalah Ustaz Muhammad Nizamuddin Bin Sabri, mahasiswa kuliah Usuluddin Universiti Al-Azhar tahun merangkap Ketua Biro Pelajaran Dan Ilmiah KPIPM bagi sesi ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

0 comments :

Post a Comment

Gambar Kenangan

Taqwim KPIPM

 
Support : UPP KPIPM | PMRAM Cawangan Perak | KPIPM
Copyright © 2011. Laman KPIPM - All Rights Reserved
Template Modify by KPIPM64
Proudly powered by Blogger